Dispendikbud Lumajang Perkuat Mutu Pendidikan lewat BOSKIN dan Revitalisasi Sekolah

Lumajang, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memperkuat mutu pendidikan dengan berbagai terobosan. Kepala Dispendikbud Lumajang, Nugraha Yudha M menyampaikan bahwa hingga pertengahan September 2025, sudah ada 163 lembaga pendidikan yang terintervensi program BOSKIN (Bantuan Operasional Sekolah Kinerja dan Inovasi).

“Dari jumlah tersebut, sebagian lembaga telah melakukan replikasi untuk persiapan tahun 2026, terutama terkait pembelajaran mendalam, coding, dan kecerdasan artifisial. Implementasi BOSKIN sudah mulai berjalan di sekolah-sekolah penerima awal,” jelas Yudha, saat ditemui di Pendopo Lumajang.

Selain BOSKIN, Pemkab Lumajang juga mendorong pembiasaan Tujuh Kebiasaan Indonesia Baik yang merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (kemendikdasmen). Sejumlah sekolah dasar hingga menengah sudah menerapkan kebiasaan sederhana seperti bangun pagi dan senam bersama. Meski demikian, Yudha mengakui capaian literasi masih belum merata, terutama di wilayah utara seperti Randuagung, Ranuyoso, Gedungjajang, dan Klakah.

“Untuk mengatasi hal ini, kami bekerja sama dengan Pemerintah Australia melalui program Inovasi. Fokusnya adalah peningkatan literasi di wilayah yang capaian literasinya masih rendah,” ungkapnya.

Evaluasi pelaksanaan program kebiasaan baik baru dilakukan secara parsial per lembaga, berdasarkan laporan fasilitator. Ke depan, evaluasi menyeluruh akan dilaksanakan secara periodik agar hasilnya lebih optimal. axl parfum

Selain itu, ada juga program revitalisasi sekolah, Dispendikbud Lumajang mencatat ada 46 lembaga pendidikan yang mendapat intervensi, dengan 23 lembaga di tahap pertama. Hingga kini, progresnya telah mencapai 50 persen. Revitalisasi meliputi rehab atap, pembangunan ruang kelas baru, penyediaan kamar mandi, hingga perbaikan fasilitas terdampak bencana, seperti di SD Purwonojiwo dan Ororombo.

“Kami melibatkan pekerja lokal dalam pengerjaan revitalisasi, kecuali untuk komponen yang memang harus dikerjakan oleh tenaga bersertifikasi, seperti pemasangan atap galvalum,” terang Yudha.

Selain itu, Pemkab Lumajang juga mendukung keberadaan Sekolah Rakyat yang tengah dipersiapkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai lembaga pendidikan terpadu mulai dari SD, SMP, hingga SMA dalam satu lokasi. Dispendikbud memastikan kesiapan tenaga pengajar dan kependidikan untuk sekolah ini, meski secara teknis pembangunan lahan dan gedung berada di bawah koordinasi Dinas Sosial.

“Prinsipnya kami siap memberikan dukungan, khususnya dari sisi tenaga guru dan kepala sekolah. Informasi sementara, sekolah rakyat akan memiliki dua rombongan belajar per jenjang,” jelas Yudha.

Dengan rangkaian intervensi BOSKIN, penguatan literasi, revitalisasi sekolah, hingga dukungan bagi sekolah rakyat, Dispendikbud Lumajang menegaskan komitmennya mewujudkan pendidikan inklusif dan berkualitas bagi seluruh anak Lumajang.

parfum AXL