Jakarta, Erick Thohir resmi dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dalam upacara di Istana Merdeka, Jakarta. Pelantikan ini berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 96P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode 2024–2029.
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menjadi salah satu yang pertama menyampaikan ucapan selamat. Ia menilai kepercayaan Presiden kepada Erick Thohir sebagai momentum penting bagi kebangkitan olahraga nasional. “Selaku Ketua Umum KONI Pusat dan atas nama 38 KONI Provinsi, KONI IKN, 514 KONI Kabupaten/Kota, 81 induk cabang olahraga, serta masyarakat olahraga prestasi, saya mengucapkan selamat kepada Bapak Erick Thohir,” ujar Marciano.
Menurut Marciano, Erick Thohir bukan sosok baru di dunia olahraga. Sebagai Ketua Umum PSSI, ia dinilai sukses mengelola organisasi besar dan bersejarah tersebut “Harapan kami, di bawah kepemimpinan beliau, pemangku kepentingan di bidang olahraga dapat bersatu dan mendukung prestasi Indonesia di level internasional,” tambahnya.
Harapan Patriot Olahraga
Sejumlah atlet dan legenda olahraga menyuarakan harapan besar. Mantan petinju nasional La Paene Masara, yang pernah tampil di Olimpiade 1996 dan 2000, meminta Erick memberi perhatian merata bagi semua cabang olahraga. “Pembinaannya harus diperkuat supaya hasilnya lebih baik. Atlet baru perlu diayomi, semua cabor harus mendapat program yang memajukan,” kata La Paene.
Raja Jalan Cepat Asia Tenggara, Hendro Yap, menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai budaya yang menyenangkan. “Semoga olahraga di Indonesia jadi hal yang digemari, bukan ditakuti. Pemerintah juga perlu menambah fasilitas hingga pelosok daerah,” ujarnya.
Pesan serupa datang dari atlet gulat Andika Sulaeman, peraih emas SEA Games 2023. Ia berharap Erick memberi porsi perhatian yang adil. “Semoga Menpora lebih mementingkan semua cabang olahraga dan lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Meski penuh optimisme, sejumlah tokoh olahraga juga menyoroti keberadaan Peraturan Menpora No. 14 Tahun 2024 yang dinilai menghambat pembinaan. La Paene Masara secara terbuka meminta regulasi tersebut direvisi. “Kalau bisa Permenpora itu direvisi agar sesuai amanat undang-undang olahraga. Pemerintah dan organisasi harus bermitra, agar olahraga menjadi prioritas negara,” tegasnya.
Pelatih gulat nasional Maurice Sihombing, Juara Asia 1976, juga menyuarakan hal serupa. “Permenpora itu perlu ditinjau ulang. Menpora harus jadi pengayom dari pemerintah sekaligus mitra KONI untuk memajukan prestasi,” ujarnya.
Target Olimpiade 2044
Indonesia saat ini menargetkan posisi 5 besar Olimpiade 2044, bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan. Target ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya poin ke-4 yang menekankan peningkatan prestasi olahraga. “KONI Pusat beserta seluruh anggotanya siap mendukung berbagai kebijakan pemerintah melalui Menpora, termasuk menyukseskan Asta Cita,” ungkap Marciano Norman. axl parfum
Dengan bekal pengalaman memimpin organisasi besar dan jejaring internasional, publik menantikan gebrakan Erick Thohir di Kemenpora. Para patriot olahraga berharap, kepemimpinannya dapat menghadirkan regulasi yang pro-pembinaan, fasilitas merata, serta sinergi kuat antarlembaga menuju Indonesia Emas 2045.