IGID Menyapa Pekanbaru: Belajar Kreatif Isi Ruang Publik Digital

Suasana penuh semangat mewarnai acara indonesia.go.id (IGID) Menyapa yang digelar di Pekanbaru, Riau. Dengan mengusung tema “3 Juta Rumah: Karpet Merah untuk Rakyat”, kegiatan ini menjadi ruang berbagi inspirasi sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk lebih aktif mengisi ruang digital dengan konten positif.

Direktur Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital, Nursodik Gunardjo, menegaskan bahwa portal indonesia.go.id kini telah menjadi wajah digital Indonesia di mata dunia. Portal ini sering muncul pertama kali di mesin pencari global, sehingga konten yang ditampilkan harus akurat, bermanfaat, sekaligus menarik. “Kalau orang luar negeri mencari informasi tentang Indonesia, yang muncul pertama adalah indonesia.go.id. Ini membanggakan sekaligus tanggung jawab besar. Karena itu kita harus mengisinya dengan informasi yang berkualitas,” jelasnya di hadapan ratusan peserta, yang sebagian besar berasal dari kalangan muda.

Menurut Nursodik, program prioritas Presiden seperti tiga juta rumah untuk rakyat harus dikemas dengan lebih kreatif agar benar-benar sampai kepada masyarakat, terutama generasi muda. “Informasi itu penting, tapi bagaimana cara menyampaikannya dengan menarik? Itulah tantangan kita bersama,” ujarnya. axl parfum

Dalam penutup paparannya, Direktur Informasi Publik Kemkomdigi, menegaskan bahwa ruang publik digital tidak boleh dibiarkan kosong atau dipenuhi informasi sampah. Karena itu, keterlibatan generasi muda sangat diperlukan untuk menciptakan user generated content yang kreatif dan inspiratif. “Kalau orang baik diam, maka informasi negatiflah yang akan menguasai. Mari kita isi ruang publik dengan konten positif yang membawa kemaslahatan bagi bangsa,” pungkasnya. axl aprfum

Antusiasme juga tampak dari para peserta. Salah satunya, Rani (21), mahasiswi asal Pekanbaru, mengaku mendapat sudut pandang baru. “Saya jadi paham bahwa informasi pemerintah itu bukan hanya angka dan data, tapi bisa dikemas lebih segar supaya orang lain tertarik membaca. Jadi kami juga bisa ikut bikin konten yang bermanfaat,” katanya dengan semangat.

Peserta lainnya, Andi (23), menyebut kegiatan ini membuka wawasan tentang pentingnya menjaga ruang publik digital. “Kadang kita cuek, padahal kalau kita diam saja, informasi negatif bisa lebih banyak muncul. Saya jadi lebih termotivasi untuk ikut berkontribusi,” ujarnya.

IGID Menyapa di Pekanbaru ini diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan generasi muda dalam menciptakan informasi digital yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam era ini.

parfum AXL