Pekanbaru, Portal indonesia.go.id (IGID) kini memegang peran strategis sebagai etalase digital Indonesia. Portal ini menjadi pintu masuk utama bagi masyarakat global ketika mencari informasi tentang Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Direktur Informasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital Nursodik Gunarjo saat kegiatan forum literasi media “IGID Menyapa” yang digelar di Provinsi Riau. “Portal ini adalah wajah dari Indonesia. Orang luar negeri kalau mengetik Indonesia di mesin pencari, yang muncul pertama adalah indonesia.go.id,” kata Nursodik.
Menurutnya, tanggung jawab besar melekat pada pengelolaan portal tersebut. Konten yang disajikan bukan hanya ditujukan bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga audiens internasional.
Karena itu, informasi yang ditampilkan harus informatif, kredibel, dan tentu saja menarik. Salah satu program prioritas Presiden yang wajib hadir di sana adalah pembangunan tiga juta rumah bagi rakyat.
Program ini, tidak bisa dipandang sebatas pembangunan fisik. Kehadirannya merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah pada rakyat kecil yang diibaratkan karpet merah yang diberikan pemerintah untuk rakyat. “Jadi sudah seharusnya tampil di indonesia.go.id dengan narasi yang jelas dan mudah dipahami,” kata Nursodik. axl parfum
Namun, ia menyadari tantangan komunikasi publik di era digital tidak hanya soal pentingnya informasi, melainkan juga bagaimana cara menyampaikannya. Banyak generasi muda pernah mendengar program tiga juta rumah, tetapi jarang ada yang mau menelusuri lebih dalam. “Itu karena kemasannya kurang menarik. Tugas kita adalah men-delivery pesan itu dengan cara kreatif agar publik mau singgah dan memahami lebih jauh,” kata Nursodik.
Untuk menjawab tantangan itu, pemerintah mendorong model user generated content. Artinya, konten tidak hanya dibuat pemerintah, melainkan juga melibatkan partisipasi publik, khususnya anak muda.
Dengan kreativitas digital, generasi muda bisa menghadirkan narasi segar tentang program-program pemerintah sehingga lebih dekat dengan masyarakat. “Kalau anak muda ikut mengisi ruang publik dengan kreativitas mereka, maka informasi tentang program tiga juta rumah akan lebih membumi,” jelas Nursodik.
Menjaga Ruang Publik Digital
Pentingnya menjaga ruang publik digital agar tidak dikuasai informasi negatif. Karena itu, Nursodik mengajak generasi muda untuk aktif menghadirkan konten positif melalui portal indonesia.go.id.
Ia juga optimistis, kolaborasi pemerintah dan masyarakat digital akan menciptakan ekosistem informasi sehat yang mampu mendukung keberhasilan program besar pemerintah. “Inilah bentuk nyata karpet merah yang diberikan pemerintah kepada rakyat: hunian layak, informasi berkualitas, dan ruang publik digital yang sehat,” kata Nursodik.