Kontrasepsi Efektif Jaga Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tetap Stabil

Jakarta, Indonesia saat ini memasuki fase penting dalam pengendalian jumlah penduduk. Angka Total Fertility Rate (TFR) nasional sudah berada di 2,1 atau mencapai replacement level fertility, sebuah titik di mana pertumbuhan penduduk dinilai stabil. Kondisi ini menjadi pencapaian besar dalam pembangunan keluarga berencana di tanah air.

“Kalau kita lihat piramida penduduk, bagian usia anak sudah mulai mengecil. Artinya, laju pertumbuhan penduduk kita terkendali. Ini capaian penting berkat upaya keluarga berencana yang sejak era Presiden Soeharto hingga kini terus digalakkan,” ujar dr. Herbert Situmorang, SpOG Subsp. FER, President Elect Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI), dalam seminar menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia 2025 bersama Kemendukbangga/BKKBN di Jakarta, Selasa (16/9/2025).

Meski angka nasional berada di level stabil, situasi tidak sama di semua daerah. Rata-rata penggunaan kontrasepsi di Indonesia mencapai 60,4 persen. Namun, di Papua angkanya baru sekitar 10 persen, sementara di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan sudah menembus 70 persen lebih. axl parfum

Perbedaan ini menuntut strategi yang disesuaikan dengan kondisi lokal. “Kalau keluarga berencana dibiarkan kendur, laju pertumbuhan bisa kembali melonjak. Namun di daerah yang TFR-nya sudah di bawah 2, keluarga justru perlu didorong untuk tidak terlalu lama menunda punya anak,” jelasnya.

Tren Usia Melahirkan dan Tantangan Baru

Data menunjukkan, rata-rata usia perempuan Indonesia melahirkan anak pertama adalah 21,5 tahun. Angka ini lebih rendah dibanding kota di negara maju seperti Hong Kong dan negara Uni Emirat Arab, di mana usia melahirkan pertama rata-rata di atas 30 tahun.

Fenomena global tersebut juga mulai terlihat di kota-kota besar Indonesia. “Sudah ada tren fertility preservation, di mana pasangan menyimpan embrio di usia muda untuk menjaga kualitas sel telur, sehingga tetap bisa memiliki keturunan di usia 30-an,” ungkap dr. Herbert.

Menurutnya, hal ini menjadi tantangan baru bagi BKKBN dan pemerintah, karena perencanaan keluarga bukan hanya soal menunda atau menjarangkan kehamilan, tetapi juga memastikan kualitas reproduksi tetap terjaga.

Pentingnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP)

Lebih lanjut, dr. Herbert menegaskan bahwa kontrasepsi memegang peran penting dalam mengatur kehamilan yang sehat. Idealnya, kehamilan pertama hingga kedua berjarak 2–4 tahun. Jarak yang terlalu dekat meningkatkan risiko kelahiran prematur, sedangkan jarak yang terlalu lama dapat menimbulkan komplikasi.

“Metode kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan sangat efektif. Sekali pasang, sudah bisa memberikan perlindungan hingga bertahun-tahun, dan dapat dilepas kapan saja jika ingin hamil kembali,” jelasnya.

Temukan aroma parfum pria yang disukai wanita

Namun, data menunjukkan mayoritas akseptor KB di Indonesia masih memilih kontrasepsi suntik. Dari total 60 persen pengguna KB, lebih dari separuh menggunakan suntik, sementara penggunaan IUD dan implan masih rendah, masing-masing di kisaran 5–7 persen.

Rendahnya pemakaian MKJP disebabkan berbagai faktor, mulai dari kekhawatiran mitos seputar IUD, keterbatasan tenaga kesehatan yang terampil, hingga pembiayaan. Untuk itu, pemerintah terus mendorong pelatihan, penyediaan fasilitas, serta advokasi pembiayaan kontrasepsi.

“Investasi di keluarga berencana bukan beban, justru memberi keuntungan besar. Setiap rupiah yang dikeluarkan, return-nya bisa empat kali lipat bagi negara. Karena itu, memperkuat akses dan pilihan kontrasepsi, khususnya MKJP, adalah kunci untuk menjaga stabilitas penduduk sekaligus kualitas generasi mendatang,” tegas dr. Herbert.

parfum AXL