Pemkot Surakarta Tegaskan Komitmen Awasi Program Makan Bergizi Gratis

Jakarta, Wali Kota Surakarta, Jawa Tengah, Respati Ardi menegaskan komitmen pemerintah kota dalam memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan aman, sehat, dan sesuai standar di seluruh sekolah penerima manfaat.

Respati memastikan hingga kini tidak ada laporan terkait dugaan keracunan akibat distribusi MBG di Surakarta. “Alhamdulillah tidak ada laporan keracunan. Kami sejak awal membuka layanan aduan masyarakat secara online, dan laporan yang masuk hanya terkait variasi menu yang belum sesuai usia peserta didik. Untuk masalah keamanan pangan, sejauh ini aman,” jelasnya.

Menurutnya, meski pengawasan tidak secara formal diminta oleh Badan Gizi Nasional (BGN), Pemkot Surakarta mengambil langkah inisiatif dengan melibatkan Dinas Pangan, Dinas Kesehatan, serta Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG). “Kami turun langsung setiap hari. Dinas Pangan melakukan pengawasan saat proses memasak, sedangkan Dinas Kesehatan melakukan pengecekan acak ketika makanan siap distribusi,” tegasnya.

Saat ini Surakarta menargetkan 40 SPPG, dengan 14 dapur yang sudah beroperasi. Pemkot juga memastikan setiap dapur produksi makanan wajib memiliki lisensi kebersihan dan kesehatan. “Standarnya memang bervariasi, ada yang sudah sangat baik, ada yang masih perlu ditingkatkan. Karena itu, kami buatkan berita acara dan rekomendasi resmi kepada BGN,” ungkap Wali Kota Respati Ardi.

Respati menambahkan, pengawasan ketat dilakukan untuk menjamin kualitas MBG, mulai dari bahan baku, proses memasak, penyegelan makanan, hingga distribusi. “Informasi yang kami dapat, ada dapur yang memasak sejak pukul 01.00 dini hari dan baru didistribusikan pukul 11.00. Ini harus dipastikan ketahanan dan kualitasnya. Oleh karena itu, kami tekankan pentingnya koordinasi dan keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Selain pemerintah daerah, Pemkot Surakarta juga mendorong partisipasi UMKM lokal untuk ikut mendukung program MBG. “Sejak awal, kami fasilitasi pertemuan antara BGN dengan asosiasi jasa boga, UMKM, PHRI, dan pelaku usaha. Ini bagian dari komitmen Solo agar MBG benar-benar memberi manfaat luas, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Wali Kota Surakarta menegaskan bahwa pengawasan MBG bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari tanggung jawab moral Pemkot untuk melindungi generasi muda. “Program ini menyentuh langsung perut warga kami, sehingga kami harus pastikan aman, sehat, dan sesuai standar. MBG adalah program mulia Presiden Prabowo untuk menyiapkan generasi kuat, dan kami siap menjaga amanah ini,” pungkasnya. axl parfum

AXL Parfum