Peran Kontrasepsi dalam Pembangunan dan Bonus Demografi Indonesia

Jakarta, Pengendalian penduduk melalui kontrasepsi menjadi kunci dalam membangun keluarga berkualitas sekaligus modal menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan President Elect Perkumpulan Kontrasepsi Mantap Indonesia (PKMI), dr. Herbert Situmorang, SpOG Subsp. FER, Selasa (16/9/2025) pada seminar Peran Kontrasepsi dalam Mewujudkan Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan Kemendukbangga/BKKBN dalam rangka menyambut Hari Kontrasepsi Sedunia 2025.

Menurutnya, pengalaman Tiongkok dapat menjadi pelajaran berharga. Pada 1979, negara tersebut menerapkan kebijakan satu anak (one child policy) untuk menekan laju pertumbuhan penduduk yang kala itu sudah mencapai lebih dari 1 miliar jiwa. Kebijakan ini terbukti efektif menahan lonjakan jumlah penduduk dan mendorong pembangunan, meski berdampak pada penurunan tingkat fertilitas hingga di bawah angka ideal. axl parfum

“Pada 2016, kebijakan itu diubah menjadi two child policy, bahkan pada 2021 menjadi three child policy, karena jumlah penduduk usia muda semakin menurun. Ini menunjukkan betapa pentingnya sebuah negara mengelola pertumbuhan penduduk untuk menjaga keberlanjutan pembangunan,” jelasnya.

Herbert menekankan bahwa kualitas manusia merupakan faktor paling menentukan dalam pembangunan nasional, bukan hanya kekayaan alam atau posisi geopolitik.

“Anak-anak Indonesia hari ini adalah penentu apakah bangsa ini bisa menjadi Indonesia Emas atau tidak. Jika mereka sehat, berpendidikan, dan produktif, maka bonus demografi bisa menjadi kekuatan. Namun bila tidak, justru menjadi beban,” ujarnya.

Ia menambahkan, kontrasepsi menjadi sentral dalam siklus kehidupan reproduksi seorang perempuan. Dari usia remaja hingga menopause, seorang perempuan memiliki sekitar 480 kali peluang untuk hamil. Karena itu, pemahaman dan akses terhadap kontrasepsi sangat diperlukan agar kehamilan dapat direncanakan dengan matang.

“Kehamilan adalah sebuah perayaan kehidupan, tetapi harus dipersiapkan. Jangan sampai terjadi kehamilan yang tidak direncanakan karena dapat mengguncang kualitas keluarga,” tambahnya.

Pentingnya Perencanaan Sejak Dini

Paparan tersebut juga menyoroti pentingnya edukasi kesehatan reproduksi sejak dini. Remaja perlu dibekali pengetahuan mengenai kesehatan seksual, gizi, hingga pencegahan penyakit agar siap memasuki fase kehidupan berkeluarga.

Pemerintah sendiri telah menjalankan berbagai program, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis bagi calon pengantin, edukasi perencanaan kehamilan, hingga imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks pada remaja putri.

“Jika remaja kita sehat dan siap, maka saat berkeluarga mereka akan menghasilkan generasi yang kuat. Itulah yang akan menjadi modal Indonesia dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Di akhir paparannya, Herbert mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung program keluarga berencana dan pemanfaatan kontrasepsi. “Mari kita wujudkan keluarga yang berkualitas melalui perencanaan yang matang, agar setiap anak Indonesia memiliki kesempatan bertumbuh optimal dan siap menjadi SDM unggul di masa depan,” pungkasnya.

parfum AXL