Sekjen Kemendikdasmen: PAUD Fondasi Pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia

Jakarta, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Suharti menegaskan pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Data menunjukkan masih ada anak-anak yang belum mendapatkan layanan pendidikan memadai, baik formal maupun nonformal, saat memasuki jenjang sekolah dasar. axl parfum

Menurut Suharti, sekitar 77,5 persen anak usia 7 tahun telah mengikuti layanan pendidikan formal maupun nonformal. Namun, angka ini mengindikasikan masih terdapat hampir seperempat anak yang belum pernah mengenyam pendidikan prasekolah. “Kondisi ini memperlihatkan bahwa kebijakan wajib belajar 13 tahun, termasuk satu tahun PAUD pra-SD, menjadi sangat penting untuk memastikan kesiapan anak masuk sekolah dasar,” ujar Suharti dalam dialog Kemendikdasmen bersama media.

Kegiatan dialog ini dirancang agar pemerintah dapat menyerap aspirasi langsung dari masyarakat sekaligus menjelaskan arah kebijakan. Dalam kesempatan tersebut, para pejabat Kemendikdasmen juga memaparkan akses layanan PAUD, kesiapan program wajib belajar, hingga kompetensi guru.

Suharti mengingatkan, kualitas guru menjadi faktor penentu. Ia menyinggung arahan Presiden pada peringatan Hari Guru Nasional 2024, yang menekankan perlunya dukungan pendidikan bagi guru yang belum bergelar S1 atau D4. “Kami ingin memastikan guru-guru memiliki kualifikasi akademik minimal agar mampu mendidik anak sesuai standar,” jelasnya.

Lebih jauh, Suharti menekankan periode usia emas 0–6 tahun adalah fase paling krusial dalam perkembangan otak anak. Jika pendidikan di usia tersebut tidak berjalan optimal, dikhawatirkan akan menghambat pembangunan kualitas generasi muda. “Pendidikan anak usia dini bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar pembangunan SDM Indonesia,” tegasnya.

Ia menambahkan, dialog dengan masyarakat dan media menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Kami ingin mendengarkan persepsi, masukan, dan aspirasi masyarakat. Dengan demikian, kebijakan PAUD dan wajib belajar 13 tahun benar-benar berpihak pada anak-anak Indonesia,” pungkasnya.

AXL Parfum